Tahapan Di Mengarang Teks Anekdot

Anekdot adalah sebuah kaul singkat yang menarik olehkarena itu didalamnya terkandung cerita menggelikan dan menyiratkan, biasanya melenceng pada orang-orang penting & berdasarkan kejadian yang otentik. Dalam Memproduksi teks kisah lucu tentu pantas memperhatikan karakteristik anekdot ini sendiri. Karakteristik sebuah cerita dapat tapak dari keterangan tentang kisah lucu.

Sebagai reaksi kreatif, membuat teks anekdot memiliki 3 tahap, ialah sebagai lalu.

1. Stadium Persiapan Penulisan

Tahap berikut merupakan stadium perencanaan / persiapan menurun. Tahap yang ada mencakup beberapa langkah rancangan di antaranya sederajat berikut.

a. Pemilihan serta Penetapan Wujud



Memilih serta menetapkan topik merupakan satu diantara langkah dahulu yang diperlukan, sebab tiada tulisan tanpa ada substansi yang hendak ditulis. Sengketa pertama yang dihadapi pereka untuk menyumirkan tema satu buah karangan ialah topik / pokok perkataan (Kerat, 1993: 126). Di memilih menyeleksi dan menghasilkan topik yang ada diperlukan adanya keterampilan atau pengetahuan / kesungguhan. Wujud tulisan diartikan sebagai masalah ataupun gagasan yang hendak disampaikan di dalam vokal.

b. Mengabsahkan Tujuan & Bentuk Rangkaian

Tujuan penulisan diartikan sederajat pola yang mengendalikan tulisan secara menyeluruh (Akhadiah, 1998: 89). Beserta menentukan tumpuan penulisan, terlihat apa yang ingin dijalani pada tahap penulisan, bahkan apa yang diperlukan, luas lingkup ulasan, pengorganisasian, serta mungkin pun sudut tengadah yang digunakan. Secara tegas, tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan cara tesis ataupun dengan memberitahukan maksud.

2. Pelaksanaan Penulisan

Pada taraf ini dibahas setiap konstituen yang terdapat di dalam kepang yang dibuat. Ini berarti digunakan bahan-bahan yang sudah biasa diklasifikasikan dari segi keperluan otonom. Kadang di dalam tahap yang ada, disadari jika masih diperlukan bahan lainnya.

a. Kapasitas karangan

Seksi isi rangkaian merupakan prinsip dari rangkaian itu sendiri. Membagi pati karangan yakni pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan.

b. Kosakata atau Pemilihan Kata

Mendefinisikan pilihan kata adalah koleksi kata-kata untuk mengekspresikan visi atau pandangan hidup atau prinsip. Dengan menyeleksi kata persayaratan pokok yang harus diperlukan yaitu ketetapan dan kesesuaian. Persayaratan ketelitian menyangkut pendapat, aspek mantik kata-kata: ocehan yang dipilih harus berdasar pada tepat mencetuskan apa yang ingin diungkapkan.

c. Komentar Efektif

Komentar yang berisi gagasan haruslah yang menerima syarat gramatikal. Memerlukan traktat efektivitas, artinya kalimat itu harus menggenapi sasaran, bisa menimbulkan konsekuensi, meninggalkan surat, atau menyalakan selera pembaca.

d. Alinea

Memberikan watas paragraf terkumpul dari beberapa buah komentar, yang setia satu dengan yang lain oleh karena kaidah kebahasaan teks anekdot itu merupakan kesatuan utuh utk menyampaikan suatu maksud. Paragraf merupakan kesimpulan penuangan inspirasi dalam sebuah kerangka ke dalam paragraf tersebut, sejak kalimat pengenal, kalimat utama atau kata2x topik, komentar penjelasm hingga pada perkataan penutup. Kumpulan kalimat yang ada saling bersambungan dalam suatu rangkaian dalam membentuk sebuah karangan.

3. Tahap Perbaikan Materi

Taraf ini yaitu tahap yang paling simpulan dalam penulisan. Jika bakal seluruh vokal sudah selesai, tulisan ini perlu dibaca kembali. Hasil bacaan perlu diperbaiki, dikurangi, atau kiranya juga diperluas. Pada taraf ini, biasanya yang diteliti secara menyeluruh mengenai otak, sistematika, ejaan, tanda baca, pilihan kata, perkataan, paragraf, pengetikan, dan sebagainya.

Nah itulah perkataan mengenai segalanya saja yang harus kamu lakukan sebelum membuat teks anekdot, demikian artikel yang dapat saya bagikan serta terima rahmat.